BUMDes Kabul Ciptaku Ekspor Gula Kelapa ke Hungaria, Bukti Nyata UMKM Naik Kelas!

Serambi Nusantara– Ekspor bukan lagi dominasi korporasi besar. Kali ini, gebrakan datang dari desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabul Ciptaku di Desa Langgongsari, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berhasil mengekspor 18,5 ton gula semut ke Hungaria. Nilai ekspor itu mencapai USD 30.000 atau sekitar Rp 584 juta.

Pelepasan ekspor yang berlangsung di Desa Langgongsari, Kamis (8/5/2025), menjadi momen istimewa bagi Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Ia mengaku baru pertama kali menghadiri seremoni ekspor yang digelar oleh BUMDes.

“Biasanya yang ekspor itu perusahaan swasta atau BUMN. Ini BUMDes bisa ekspor ke Eropa! Luar biasa. Saya apresiasi kerja sama Menteri Desa dan Bupati Banyumas yang telah mendorong desa ekspor,” ujar Mendag dengan penuh semangat.

Desa Langgongsari Bukti Nyata “UMKM Bisa Ekspor”

Dalam pidatonya, Mendag menyebut keberhasilan ini sejalan dengan target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekspor sebesar 7,1 persen pada tahun 2025. Target tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“Kami punya tiga program utama, pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan program UMKM Bisa Ekspor*. BumDesDesa Langgongsari ini bukti bahwa ekspor tak hanya milik yang besar, tapi juga desa yang siap berani dan adaptif,” tegasnya.

2.332 Desa Disiapkan Jadi Pelaku Ekspor

Untuk memperluas dampak, Kementerian Perdagangan bersama Kemendesa PDTT telah mengidentifikasi 2.332 desa untuk masuk dalam dua klaster ekspor:

–   734 desa siap ekspor

– 1.598 desa perlu pembinaan

“Desa siap ekspor akan kami fasilitasi pertemuan bisnis dengan perwakilan Indonesia di luar negeri. Sementara desa yang belum siap akan kami latih, termasuk soal pengemasan dan promosi produk,” terang Budi.

Kolaborasi Strategis, Kemendag, Kemendes, dan GP Ansor

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan dua kerja sama penting:

1. Kemendag & GP Ansor : Fasilitasi peningkatan kapasitas promosi dan kemitraan usaha bagi pelaku desa.

2. Kemendes & GP Ansor : Sinergi pemberdayaan masyarakat desa dan daerah tertinggal.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Mendag Budi Santoso, Mendesa Yandri Susanto, dan Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin.

“Kami ingin gerak cepat. Kolaborasi ini diharapkan jadi katalisator desa-desa lain untuk ikut masuk pasar ekspor. Ekonomi desa harus naik kelas,” pungkas Mendag.

(GP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *